Friday, 17 July 2009

Movie Review : Harry Potter and the Half Blood Prince

Hmm, kali ini gue akan ngereview tentang film Harry Potter and the Half Blood Prince.

Pertama, review untuk masing-masing pemain

1. Daniel Radcliffe. Untuk kesekian kalinya, tidak ada sesuatu perubahan spesial dari akting Daniel, masih statis. Sangat statis. Namun, pada satu adegan setelah Harry meminum liquid luck, aktingnya cukup mengejutkan : menjadi orang yang agak ceria. Menurut saya, itu adalah nilai plus dari akting Dan (walaupun masih kaku). Setidaknya ia mulai bisa berimprovisasi terhadap kualitas aktingnya. Hmm, additional info, he's not good at kissing scene!

2. Emma Watson. Penampilannya selalu prima, berkembang, dinamis. Emosinya cukup terlihat ketika Ron mulai 'dekat' dengan Lavender. Salut untuk Emma. Sayang, emosi yang menggambarkan perasaannya lebih terlihat sewaktu ia bersama dengan Harry, dibandingkan saat bersama Ron.

3. Rupert Grint. Sama seperti Emma, akting Rupert memang sangat sesuai dengan tokoh Ron Weasley, selalu konyol. Tidak ada kritik dari saya untuk penampilan Rupert.

4. Tom Felton. Akhirnya, banyak ditemui scene Draco Malfoy, setelah terakhir yang paling berkesan adalah penampilan Draco saat berduel dengan Harry di tahun kedua. Bukan karena saya adalah fans dari Tom, tapi memang akting Tom sangat mengesankan di edisi Harry Potter kali ini. Dia berhasil menghidupkan karakter dari seorang penyihir muda yang sedang dalam kondisi dilema, di mana ia tidak ingin membunuh kepala sekolahnya maupun menghancurkan sekolahnya, tetapi ia diberi tugas oleh Voldemort, atau dia yang akan mati.

Untuk postingan berikutnya, saya akan membahas tentang akting dari Bonnie Wright, Alan Rickman, Michael Gambon, dan Helena Bonham Carter

Bom yang Masih Aktif Berada di Plaza Mutiara

Jakarta - Bom yang masih aktif diduga masih berada di sekitar gedung Hotel JW Marriott. Bom yang kini sedang dievakuasi oleh Polri itu, tepatnya berada di Plaza Mutiara, di Kompleks Hotel JW Marriott.

"Tolong bapak-bapak ibu-ibu mundur, ini kita mau evakuasi, bom masih aktif," kata anggota Brimob Polda Metro Jaya AKP Wahyono kepada wartawan yang mengerumuni lobi hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Tim gegana bersama Brimob dan Samapta berjaga-jaga di lokasi evakuasi. Semua orang disuruh menjauh karena dikhawatirkan terjadi ledakan susulan.

Bom di Marriott terjadi pukul 07.45 WIB. Dua menit kemudian, bom kedua meledak di Hotel Ritz Carlton. Hingga saat ini, 9 orang dinyatakan tewas.
(sho/asy)

Source : www.detik.com

National Bombing Day

Astaghfirullahaladziim. Hari ini ada ledakan di empat tempat di Jakarta. Bener-bener orang yang tidak bertanggung jawab! Ini beberapa berita yang saya kutip dari www.detik.com

Jakarta - Diduga masih ada bom di Hotel JW Marriott. Tim Gegana Mabes Polri akan melakukan evakuasi bahan peledak di hotel tersebut. Demi alasan keamanan, seluruh pengunjung diminta menjauhi area lobi hotel.

"Pada seluruh wartawan atau pengunjung, harap meninggalkan lokasi karena akan segera dilakukan evakuasi bahan peledak," kata seorang petugas Gegana lewat pengeras suara di lokasi, Jumat (17/7/2009).

Setelah pengumuman tersebut, wartawan lalu mundur hingga 10 meter. Mobil Gegana pun langsung masuk menuju halaman.
(mad/iy)

____________________________________________________________________________________

Jakarta - Bom yang meledak di Hotel Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, memang mengejutkan. Semua orang tahu bahwa pengamanan sebelum masuk gerbang dua hotel berbintang lima itu sangat ketat. Apakah pelaku pelaku bom masuk ke Marriott melewati tunnel bawah tanah yang menghubungkan Marriott dan Ritz?

Tak banyak orang tahu kedua hotel ini dihubungkan dengan terowongan yang ada di lantai bawah tanah. Dalam waktu sekitar 5 menit, orang dari lantai bawah Ritz Carlton bisa mencapai halaman depan hotel Marriott. Di mana terowongan ini berada?

Sejak peristiwa bom di tanggal 5 Agustus 2003 yang menghancurkan lobby dan restoran Syailendra, hotel Marriott Jakarta, pengamanan hotel ini terbilang sangat ketat. Demikian juga dengan hotel The Ritz-Carlton Jakarta yang terletak berseberangan dengan hotel JW Marriott.

Letak yang tak berapa jauh (sekitar 500 meter) justru kadang agak merepotkan para tamu dan karyawan. Jika harus berjalan kaki dari pintu depan lobby Ritz Carlton ke lobby Marriott bisa memakan waktu sekitar 10 menit. Karena itulah sejak 2 tahun silam dibangun sebuah terowongan bawah tanah.

"Terowongan ini terutama untuk memudahkan tamu dan karyawan yang mondar-mandir," demikian keterangan salah seorang karyawan Marriott Jakarta waktu menemani detikcom mencoba terowongan tersebut beberapa waktu lalu.

Jika berada di hotel The Ritz-Carlton Jakarta dan akan menuju ke hotel Marriott Jakarta melalui terowongan, caranya mudah. Jika berada di lobby, pengunjung bisa turun menapaki tangga melingkar menuju sisi kiri, persis di bagian ujung akan ada pintu yang cukup lebar. Keterangan tentang terowongan atau tunnel ini juga tertulis di tombol 'Tunnel to Marriott'.

Memasuki terowongan bawah tanah, suasana cukup terang. Ada lampu penerangan dan udara AC. Ada petugas berjaga yang selalu memperhatikan orang yang lalu-lalang. Karena tak banyak orang tahu bisa dibilang tak terlalu banyak orang melewati terowongan ini.

Jalanan yang berubin ini sedikit menanjak dan jika sudah mendekati ujung lobby hotel Marriott akan ada ada undakan ubin 2 tingkat. Di mulut terowongan ini juga ada penjaga keamanan. Terowongan ditutup pada pukul 21.00 WIB tiap hari.

Keluar dari terowongan, akan sampai di pintu berpagar stainless steel mirip halte busway. Pintu ini terletak persis di depan lobby, tepat di seberang lokasi tamu naik dan turun dari mobil. Tak jauh dari jalan raya Mega Kuningan. Radiusnya hanya sekitar 2 meter dari alat detektor keamanan pintu masuk hotel.

Apakah mungkin terowongan bawah tanah ini dipakai seseorang untuk meletakkan bom pagi ini?

(Odi/asy)

___________________________________________________________________________________

Jakarta - Kondisi 2 dari 4 korban tewas di Hotel JW Marriott, Jakarta, sangat mengenaskan. Saat ditemukan, jenazah mereka tidak lagi utuh. Bagian tubuhnya terpotong-potong akibat terkena bom.

"2 Kondisi mayat mengenaskan. Ditemukan potongan tangan, mata, tempurung kepala, otak, paha, bagian tubuh lainnya. Semuanya berserakan," tutur petugas PMI cabang Jakarta Pusat Yulia Ramadhani (27) di Hotel JW Marriott, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Menurut Yulia, 2 mayat mengenaskan itu dimasukkan ke dalam kantong kecil kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati. "Jumlah kantong kecilnya ada 6 atau 7, saya lupa," kata dia.

Sedangkan 4 mayat lainnya, lanjut Yulia, kondisinya utuh. Mayat tersebut kemudian dibawa ke RSCM. "Yang utuh ke RSCM, kalau serpihan dibawa ke RS Polri Kramatjati," imbuh dia.
(nik/iy)

Wednesday, 15 July 2009

Rupert Grint







Rupert Grint, best known fro his role as Ronald Weasley

Bonnie Wright









Bonnie Francesca Wright, best known for her role as Ginny Weasley

Euphoria Harry Potter

Seperti janji gue sebelumnya, karena sekarang sedang dalam suasana Harry Potter, gue akan sedikit meneliti tentang gaya-gaya para pemain Harry Potter. Setelah sebeumnya Emma dan Tom, yang memang favorit gue, kali ini giliran Bonnie Wright dan Rupert Grint. Enjoy!

Monday, 13 July 2009

Thomas Andrew Felton







Tom Felton has been acting since he was 8 years old at the suggestion of an actress friend of his family who recognized Felton's theatrical qualities. Felton met with an agent, and two weeks later, after auditioning with over 400 other children, he landed an international commercial campaign and went abroad to work.

A talented singer, he started singing in a church choir at the age of 7 and has been a member of four choirs at school. He declined an offer to join the Guildford Cathedral Choir. He is a keen sportsman enjoying football (soccer), ice skating, roller blading, basketball, cricket, swimming, and tennis.